Tampilkan postingan dengan label Aneka Kaset dan Piringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aneka Kaset dan Piringan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Desember 2010

Kaset Film "Saya Duluan Doong"



Kaset vidio Film Komedian Dono - Kasino - Indro " Saya Duluan Doong" komedian ini beken pada era Th. 70-80 an, kaset belum dicoba karena piranti pemutar kaset ini sy ga punya, tapi kata temen yang saya barter normal......

Minggu, 17 Januari 2010

Kaset Klasik



2 Buah Kaset klasik yaitu Mozart Piano Sonata yang satunya lagi Los Romeros The King Of The Spanish Giutar

Jumat, 07 Agustus 2009

Piringan Hitam Waljinah







Di Jual Rp. 150.000,-

Sebagai penyanyi legendaris Waldjinah ingin melakukan regenerasi. Sosok Waldjinah di dunia tarik suara tidak bisa dilupakan, kemampuan suaranya menembus 12 oktaf belum pernah tergantikan hingga saat ini. Kesetiaannya pada keroncong dan langgam juga tak tertandingi. Kesetiaan itulah yang membuat Waldjinah rela membuka sekolah gratis "Penyanyi Keroncong" di garasi rumahnya, di Solo.
Waldjinah membuka sekolah baru ini dengan tujuan agar dapat menemukan penggantinya."Saya ingin ada Waldjinah-Waldjinah baru nantinya. Saat ini ada 15 murid yang saya ajar. Awalnya susah mereka nggak tahu musik keroncong. Jadi dari awal saya ajak mereka nyanyi lagu kesukaan mereka. Lagu pop seperti Makluk Tuhan Paling Seksi saya keroncongkan. Setelah itu baru saya kenalkan keroncong," ungkap Waldjinah
Banyak kenangan yang telah terukir di hati Waldjinah sejak ia menekuni dunia tarik suara. "Iya, saat saya menang Bintang Radio tahun 1965, dapat piala Presiden Soekarno dan diserahkan beliau langsung. Saat itu saya sedang hamil, begitu anak lahir saya beri nama Bintang. Pengalaman jalan-jalan ke luar negeri menyanyikan lagu keroncong juga tidak saya lupa. Ke Jepang sampai tujuh kali dan yang menonton itu bukan orang Indonesia tapi orang Jepang. Yang pertama saya berangkat bersama Pak Gesang," kilahnya.
Sebagai seorang musisi legendaris, sudah pasti
Waldjinah ingin musik yang ditekuninya tetap eksis sepanjang jaman. "Iya, saya harap bukan TVRI saja yang mengangkat budaya lokal. Tapi TV swasta juga punya greget menampilkan budaya lokal seperti keroncong. Karena pengaruh media sangat besar," tambahnya.

Rabu, 05 Agustus 2009

Piringan Hitam Rachmat Kartolo















Dijual Rp.150.000,-
Rachmat Kartolo (lahir di Jakarta, 13 Maret 1938 – wafat di Jakarta, 19 September 2001 pada umur 63 tahun) adalah seorang penyanyi, komposer, aktor, dan sutradara Indonesia.
Lagu yang pernah top hits melambungkan Rachmat Kartolo sebagai penyanyi papan atas lagu cinta sentimental tahun 1960-an. Rahmat Kartolo pernah menjulang sebagai penyanyi dengan lagu andalannya Patah Hati dan
Kunanti Jawabanmu. Selama karirnya selain sebagai penyanyi, Rahmat juga sempat membintangi beberapa judul film diantaranya film Aminah Gadis Dusun (1966), Kasih (1971), dan Aulia Cinta (1977). Selain itu anak dari pasangan Kartolo dan Roekiah itu juga sempat merilis ulang tembang patah hati pada tahun 1988. Bahkan pada 1978 Rahmat pernah menjajal sebagai sutradara dan menelurkan beberapa judul film, di antaranya film Masih Adakah Cinta (1980) yang dibintangi Lydia Kandou, Junaedy Salat, Herman Felani dan Susy Bolle. Ia juga pernah terlibat dalam pembuatan berbagai sinetron, baik sebagai aktor maupun sutradara, antara lain sinetron Tuan Demang, Cinta Amanat dan Wiro Sableng.